HUT RI Memo X

Menu

2 Saksi Sudutkan PT Parigraha Consultant

  Dibaca : 99 kali
2 Saksi Sudutkan PT Parigraha Consultant
space ads post kiri

* Pinjam Bendera, Palsu Tanda Tangan

PT Parigraha Consultant (PC) dalam posisi tersudut. Dalam sidang lanjutan gugatan perdata proyek gedung DPRD Kota Madiun, Kamis (1/9), dua saksi yang dihadirkan penggugat PT. Aneka Jasa Pembangunan (AJP) memberikan keterangan yang menguatkan bahwa kru PT PC melakukan perbuatan melawan hukum dalam kasus tersebut.

Dua saksi itu yakni, Nur Chamim Project Manager Bagian Teknik PT. AJP dan Joko Supanto staf teknik PT. AJP. Dihadapan majelis hakim, Nur Chamim mengatakan jika pada kontrak awal proyek senilai Rp. 29,3 miliar itu ditandatangani oleh PT. AJP, namun pelaksana dari kru PT Parigraha Consultant.

Dalam perjalanannya, Direktur mengetahui adanya proyek pekerjaan yang tidak selesai pada 12 Februari 2016 lalu. Sedangkan, dalam kontrak perpanjangan waktu 50 hari, proyek tersebut harus selesai pada 19 Februari 2016. Selanjutnya, ia diperintah untuk mengecek di lapangan.

“Direktur waktu itu tanya ke saya, kok belum selesai ini ada apa? Makanya Direktur memerintahkan saya untuk turun ke lapangan. Timbul kekhawatiran jika proyek itu nggak jadi. Karena semua personil yang mengerjakan dari PT. Parigraha Consultant,” ujarnya.

Sementara itu, saksi Joko Supanto menegaskan bahwa PT AJP hanya dipinjami bendera oleh Kaiseng, Sonhaji dan Iwan Suasana (perwakilan PT Parigraha Consultant).

Dari kronologis awal, lanjut Joko, ketiga orang tersebut meminjam surat legalitas perusahaan PT. AJP dan juga I’d serta paswood kepada Hedi Karnomo.

Surat legalitas itu dipergunakan ketiganya untuk mengikuti tender lelang e-Proc proyek Gedung DPRD Kota Madiun. Selama proses lelang, ternyata hanya PT. AJP lah yang berani menawar proyek tersebut. Hingga akhirnya ditetapkan sebagai pemenang tender.

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional